Senin, 05 November 2012

Nilai-nilai dalam Pkn Sekolah Dasar


1. Disiplin
a) Kognitif.
Disiplin adalah perilaku patuh, taat, setia, ataupun hormat pada peraturan/norma/ketentuan yang  berlaku.
b) Afektif.
Anak didik memahami apa yang dimaksud dengan disiplin. Dan pada akhirnya akan melaksanakan perilaku disiplin tersebut yang akan membantu dalam kehidupan sehari-harinya di masyarakat.
c) Psikomotorik.
Untuk membangun perilaku disiplin pada kepribadian anak didik, sekolah bisa memberikan suatu wadah untuk membangun perilaku disiplin itu, salah satunya dengan adanya upacara bendera pada hari senin. Anak didik dalam mengikuti upacara bendera tersebut bisa tertib dan rapi sesuai aturan upacara bendera ataus ebaliknya.



2. Kebersihan
a) Kognitif.
Kebersihan adalah suatu keadaan bebas dari kotoran, termasuk diantaranya adalah sampah, debu, dan bau atau keadaan higenis.
b) Afektif.
“Kebersihansebagiandari IMAN”, dengan menekankan kaidah tersebut bisamemberikan penjelasan kepada anank didik. Bahwa kebersihan merupakan bagian dari badan kita. Jadi kebersihan lingkungan atau kebersihan diri akan mempengaruhi kesehatan dan kehidupan. Dengan itu anak didik akan menjaga, merawat dan mencintai kebersihan, entah kebersihan diri maupun kebersihan lingkungan sekitarnya.
c) Psikomotorik.
Agar anak didik lebih memahami dan mampu melaksanakan apa yang namanya kebersihan itu. sekolah menyediakan tempat sampah yang berbeda-beda sesuai dengan jenis sampahnya, misal :tempat sampah warna biru untuk sampah basah, tempat sampah warna merah untuk sampah kering, dan tempat sampah warna kuning untuk sampah kaca atau besi (kaleng). Dengan pengarahan dari pihak sekolah anak didik bisa melakukan tindakan kebersihan tersebut. Atau dengan mengadakan tugas piket harian kelas, dimana anak didik akan belajar menyadari kepentigan kebersihan lingkungan belajarnya (ruangankelas).

3. Tolong menolong
a) Kognitif.
Tolong menolong merupakan sebuah tindakan yang dapat meringankan beban atau penderitaan orang yang lemah.
b) Afektif.
Anak menyadari perlunya sikap tolong menolong dalam kehidupan bermasyarakat sehingga dapat tumbuh rasa sosial, yang saling membutuhkan antarsesama.
c) Psikomotorik.
* Tolong menolong dalam keluarga
Di rumah ada ibu dan ayah ,anak bisa meminta tolong kepada mereka jika ada pekerjaan yang belum bisa dikerjakan, misalnya mencuci pakaian dan membeli alat-alats ekolah, namun anak - anak juga harus membantu ibu dan ayah, seperti belajar mencucui piring, merapikan tempat tidur sendiri dan menyapu.
* Tolongmenolong di sekolah
Di sekolah juga anak-anak juga saling tolong menolong sesama teman, seperti meminjamkan penggaris dan meminjamkan buku ,dan belajar bersama dan melaporkan kepada guru jika ada teman yang sakit.

4. Hemat
a) Kognitif.
Hemat adalah perbuatan yang menepat gunakan uang, waktu dan tenaga untuk suatu hal yang sesuai dengan kebutuhan.
b) Afektif.
Ada peribahasa “Hemat Pangkal Kaya”, anak didik pasti akan lebih mudah memahami arti hemat karena dengan hemat sesuatu hal bisa tercapai dengan tepat sesuai kebutuhan. Anak didik akan bisa merasakan manfaat dari tindakan berhematnya pada kehidupan sehari-hari.
c) Psikomotorik.
Untuk menumbuhkan perilaku hemat pada anak didik, pihak sekolah bisa membuat sebuah kegiatan sederhana yaitu dengan mengajarkan menyisihkan sedikit uang sakunya untuk ditabung, sehingga apabila pada suatu keadaan terdesak membutuhkan uang, anak didik bisa mengambilnya dari tabungannya. Atau bisa juga diajarkan dengan shadaqoh/infaq dimana anak didik diajak menabung untuk masa depanya atau kehidupannya di akhirat.

5. Kognitif
a) Kognitif
Toleransi adalah istilah dalam konteks sosial, budaya dan agama yang berarti sikap dan perbuatan yang melarang adanya diskriminasi terhadap kelompok - kelompok yang berbeda atau tidak dapat diterima oleh mayoritas dalam suatu masyarakat.
b) Afektif
Anak menyadari pentingnya toleransi bersama di masyarakat, sehingga kebersamaan sebagai makhluk sosial dapat dijadikan tuntunan untuk meghindari adanya perbedaan
c) Psikomotorik
Agar anak memiliki kebiasaan perilaku toleransi, guru mengajarkan siswanya untuk belajar kelompok tanpa memandang perbedaan agama. Hal ini dapat mengajarkan kerjasama dan pengetahuan meraka pun dapat aktif dalam proses pembelajaran.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar